Friday, November 7, 2025

NCT Dream


NCT Dream

Page semi-protected
From Wikipedia, the free encyclopedia
NCT Dream
NCT Dream in March 2024
From left to right: Mark, Renjun, JenoJaeminJisungHaechan, and Chenle
Background information
OriginSeoul, South Korea
Genres
Years active2016–present
Labels
Spinoff ofNCT
Members
WebsiteOfficial website

NCT Dream (Korean엔시티 드림RREnsiti Deurim), the third sub-unit of the South Korean boy band NCT, was formed by SM Entertainment in 2016. They were initially intended to be the teenaged unit of NCT with an admission-and-graduation system, in which members would leave after reaching age of majority (20 in Korean age reckoning, 19 internationally), prior to re-branding in 2020. The sub-unit debuted on August 25, 2016, with the single "Chewing Gum" and a lineup of seven members—Mark, Renjun, JenoHaechanJaeminChenle, and Jisung—whose average age was 15.6 years old. In late 2018, the group's leader, Mark, graduated from NCT Dream but returned in 2020 when the group began promoting as a fixed seven-member group.

Commercial success of their 2019 extended play (EP) We Boom made NCT Dream into one of the year's top 10 physical sellers domestically and earned them Bonsang awards at the 34th Golden Disc Awards and 2020 Seoul Music Awards.[4][5][6] Their second and last record released as a sextet was their fourth Korean-language EP, Reload (2020), which accumulated over half a million pre-orders.[7][8] NCT Dream achieved major commercial success with the release of their first studio albumHot Sauce (2021), whose pre-orders surpassed 1.71 million copies.[9] It became the best-selling album on the Gaon Chart in the first half of 2021 and was named Best Album at the 31st Seoul Music Awards.[10][11]

Since their debut, NCT Dream have released four EPs, six singles and two studio albums and headlined one tour in Asia. Known for music reflecting youth and adolescence, growth, and the transition from innocence to rebellion,[12] the sub-unit has been recognized internationally as one of the most notable teenaged artists of their time. They are the first and only Asian artist to appear three consecutive times on Billboard's "21 Under 21" list for their industry impact on sales, streaming and social media, placing at numbers 20, 13 and 19 from 2018 to 2020.[13][14] NCT Dream were also included on Time's list of the "25 Most Influential Teens" of 2018.[12]

History

Pre-debut activities and formation

Prior to the group's debut, some of the members were already involved in the entertainment industry. Jeno had filmed various commercials as a child. Jisung was also previously a child actor with roles in films such as Boys, Be Curious (2012), and Go, Stop, Murder (2013) and a member of Poppin' Hyun Joon Kids Crew. Chenle was active in the Chinese music scene as a child singer; he released three albums, headlined a solo concert in China, and participated in Chinese programs, including China's Got Talent.

Mark was the first member to join SM Entertainment in 2012, after passing SM Global Auditions in Canada. Haechan was cast through SM Saturday Open Casting Audition in 2013, Jisung and Jeno were cast through the company's casting system, and Jaemin was street-cast by staff while doing volunteer work and successfully passed auditions. In July 2015, Renjun was cast through SM Global Auditions in China. Chenle was the last member to be cast, in 2016, five months before NCT Dream's debut.[15]

Mark, Jeno, Haechan, Jaemin, and Jisung were previously part of SM Rookies, a pre-debut team of trainees under SM Entertainment. As part of SM Rookies, in October 2014, they appeared on the Mnet-produced Exo 90:2014, a show starring labelmates Exo, where they performed cover dances to K-pop songs from the 1990s. From July through December 2015, the five boys were Mouseketeers on Disney Channel Korea's The Mickey Mouse Club, where they performed music and dances, played games, and participated in skits. SM Rookies Boys eventually held their own showcase, the SMRookies Show, which took place in Seoul in September 2015 and later expanded to BangkokThailand in February 2016.

NCT was first announced in January 2016 by Lee Soo-man at a presentation outlining plans for a group that would debut different sub-units around the world.[16] Mark had previously debuted with the group's first unit, the rotational NCT U, on April 4, 2016.[17] On July 7 of the same year, both Mark and Haechan debuted in NCT's second sub-unit, the Seoul-based NCT 127.[18] They debuted again with five new members—Renjun, Jeno, Jaemin, Chenle and Jisung—as NCT Dream, the third sub-unit of NCT, announced on August 1

Friday, October 24, 2025

Kenapa K-Pop Begitu Digemari Banyak Orang?

 

Kenapa K-Pop Begitu Digemari Banyak Orang?

alasan k-pop banyak disukai orang

 Artikel ini mengulas sejarah munculnya genre K-pop, serta mengupas penyebab K-pop digemari banyak orang, baik dalam negeri maupun luar negeri.

 

Oppa, saranghae!!”

Begitulah kira-kira teriakan yang sering terdengar di konser-konser boygroup Korea. Oppa merupakan panggilan dari perempuan untuk kakak laki-laki. Sedangkan saranghae artinya adalah aku cinta kamu. Jadi “Oppa, saranghae” artinya adalah, kakak, aku cinta kamu. Kalau kamu, pernah ada yang bilang gitu gak ke kamu?

Tidak bisa dipungkiri, demam Korea Selatan atau bisa disebut Hallyu Wave sudah semakin dirasakan di Indonesia. Dari mulai musik, drama, bahkan makanan Korea semakin mudah untuk ditemukan di sekitar kita. Konser-konser boygroup atau girlgroup dari Korea Selatan juga sudah sering diadakan di Indonesia.

Tapi, gimana sih ceritanya, kok K-Pop atau Korean Pop, sebutan untuk musik Korea, bisa terkenal di Indonesia dan negara-negara lainnya?

 

Apa itu K-Pop?

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai sejarah perkembangan K-Pop, mungkin sebagian yang baca bukan K-Popers nih, dan bertanya-tanya, apa sih K-Pop itu?

‘Saya taunya ayam pop, kak.’

DIAAM.

K-Pop adalah singkatan dari Korean Pop, yaitu genre musik populer asal Korea Selatan yang mencakup berbagai gaya musik modern, seperti pop, hip-hop, R&B, EDM, hingga rock. Meskipun secara harfiah berarti “musik pop Korea”, K-Pop bukan sekadar genre, tapi sudah menjadi fenomena global yang mencerminkan budaya, gaya hidup, dan kreativitas Korea Selatan.

Contohnya aja, banyak orang mulai mengenal Korea dari K-Pop, lalu tertarik dengan drama, makanan, bahasa, dan bahkan wisata ke Korea Selatan. Inilah yang membuat K-Pop menjadi salah satu bentuk soft power paling kuat yang dimiliki Korea Selatan saat ini.

Baca Juga: Korea Selatan Jadi Negara Maju Hanya dalam Beberapa Tahun, Kok Bisa?

 

Sejarah K-Pop: Dari Awal Mula hingga Mendunia

  • Masuknya Budaya Amerika akibat Perang Dunia

Jadi begini ceritanya. Dulu, Korea Selatan bukan negara maju seperti sekarang. Korea merupakan salah satu negara jajahan Jepang. Karena kekalahan Jepang di Perang Dunia II dan perjanjian PBB pada 1945, Korea terpisah menjadi dua bagian seperti yang kita tahu sekarang, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Korea Utara dikuasai oleh Rusia sementara Korea Selatan dikuasai oleh Amerika. Setelah terpisah, Korea Utara mewarisi sebagian besar industri, pertambangan, dan lebih dari 80% pembangkit listrik.

Di sisi lain, Korea Selatan memiliki sebagian besar wilayah pertanian, tetapi masih tidak cukup untuk memberi makan seluruh rakyatnya. Masalah ini diperparah dengan terjadinya Perang Korea tahun 1950 yang disebabkan oleh serangan mendadak dari Korea Utara. Perang Korea ini berlangsung selama 3 tahun. Kebayang dong ya seberapa “miskinnya” Korea Selatan dulu?

Setelah perang berakhir, masih banyak tentara Amerika yang tinggal di Korea Selatan. Karena hal ini lah, budaya Amerika mulai masuk ke Korea Selatan, termasuk musiknya. Awalnya, jenis musik yang populer di Korea Selatan adalah jenis musik trot, atau bisa dibilang sebagai dangdutnya Korea Selatan. Emang sama-sama enak buat joget, tapi kamu jangan bayangin ada alunan gendang dangdut plus Zaskia Gotik nyanyi “Sorry sorry sorry sorry sorry naega naega naega~” sambil ngusap-ngusap tangan kayak orang kedinginan.

SORI, BOS. MENDING GA USAH.

Musik trot merupakan genre musik yang terkenal ketika Jepang masih menjajah Korea, sehingga dapat dikatakan musik trot sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya Jepang pada masa itu. Tetapi, mulai tahun 1960-an, musik Amerika sudah lebih bisa diterima oleh masyarakat Korea Selatan.

 

  • Tokoh Penting dalam Sejarah K-Pop

Lee Soo Man, seorang penyanyi yang debut pada tahun 1972, mengawali karirnya sebagai penyanyi di kafe. Selain menjadi penyanyi, ia juga bekerja sebagai DJ dan pembawa acara di televisi. Tahun 1980, Lee Soo Man membentuk sebuah band yang bernama “Lee Soo Man and 365 Days.” Namun pada masa itu, Korea Selatan ketat dengan aturan sensor media yang membuat karir Lee Soo Man menjadi lesu, Man.

lee soo man

Lee Soo Man, produser musik di Korea Selatan. (Sumber: id.wikipedia.org)

 

Akhirnya Lee Soo Man melanjutkan pendidikannya di Amerika untuk mengambil gelar master. Selama di Amerika, ia melihat revolusi baru dalam musik yaitu berupa musik video. Tarian yang muncul di video klip tersebut membuatnya tertarik untuk menerapkan hal itu di industri musik Korea Selatan. Setelah kembali dari Amerika, tepatnya pada tahun 1989, Lee Soo Man mendirikan SM Entertainment dengan hasil menabungnya selama 4 tahun bekerja.

 

  • Munculnya Generasi Pertama K-Pop: Seo Taiji dan The Boys

Tahun 1990, SM Ent. mendebutkan penyanyi hiphop, Hyun Jin Young, yang langsung melejit di Korea Selatan. Namun ketika sedang berada di puncak karir, Hyun Jin Young tertangkap karena masalah obat-obatan terlarang. Hal ini membuat Lee Soo Man memperketat peraturan kepada artis-artis yang berada dibawah naungan agensinya.

Pada tahun 1992, grup beranggotakan tiga orang yaitu Dono, Kasino, Indro Seo Taiji and the Boys menggebrak industri musik di Korea Selatan. Seo Taiji and the Boys menggabungkan budaya musik dari Amerika seperti rap, rock, techno, dan R&B dan menggabungkannya dengan lirik Korea.

Racikannya membuahkan sesuatu yang baru dan unik.

Ternyata, jenis musik yang unik itu sangat digemari oleh warga Korea Selatan. Selama tahun 1990-an, banyak grup yang terbentuk selain Seo Taiji and the Boys, baik boygroup maupun girlgroup. Sebut saja H.O.T., S.E.S, G.O.D, Sechskies, SHINWA, Fin. K. L., dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua langsung mendapatkan popularitas, namun sayangnya banyak dari grup tersebut yang sudah bubar. Saat mereka debut, kamu udah lahir belum nih?

 

  • Era Big Three: SM, YG, dan JYP

Pada tahun 1996, salah satu personel Seo Taiji and the Boys yaitu Yang Hyun Suk mendirikan sebuah agensi musik lainnya yaitu YG Entertainment. Tahun 1997, Jin Young Park, salah satu penyanyi di Korea Selatan, mendirikan JYP Entertainment yang kemudian menjadi Big Three bersama dengan YG Ent. dan SM Ent.

Baca Juga: Mengapa Ide Kreatif Sering Muncul di Kamar Mandi?

 

Ekspansi K-Pop ke Pasar Global

Lalu bagaimana caranya K-Pop bisa terkenal di negara luar Korea, ya? Pada tahun 1998, SM. Ent. mengirimkan artis-artisnya untuk debut di Cina dan Jepang. Mereka bernyanyi dengan menggunakan bahasa Cina dan Jepang, namun musik dan gayanya masih mengikuti K-Pop.

Ternyata mereka disambut dengan baik oleh kedua negara tersebut. Kwon Boa, seorang penyanyi solo, adalah idol Korea Pertama yang berhasil merajai Oricon Chart di Jepang tahun 2002. Selama 2002–2007, Boa berhasil menempatkan keenam albumnya di chart. Sedikit banyak, kesuksesan Boa inilah yang mengantarkan K-Pop untuk semakin dikenal di dunia.

apa itu oricon chart

 

Mulai tahun 2010, akhirnya mulai banyak lagu-lagu idol Korea Selatan lainnya yang berhasil masuk ke Oricon Chart, seperti TVXQ, SNSD, dan KARA. Bahkan, TVXQ yang beranggotakan dua orang, yaitu Shim Changmin dan U-Know Yunho, menorehkan rekor dalam jumlah penonton.

Rangkaian tur TVXQ bertajuk Begin Again yang dilaksanakan di Jepang dan selesai pertengahan tahun 2018 lalu mampu mendatangkan satu juta penonton. Perolehan ini sekaligus membuat TVXQ sebagai artis di luar Jepang satu-satunya yang mampu mendatangkan satu juta penonton dalam satu rangkaian tur.

TVXQ

Boy Group TVXQ. (Sumber: deforestmusic)

 

TVXQ memiliki penggemar yang bernama Cassiopeia. Karena jumlah penggemar yang sangat besar, pada tahun 2008 TVXQ tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai satu-satunya grup yang memiliki anggota fan club paling banyak di dunia dengan lebih dari 800.000 anggota yang bergabung di fan club resmi.

Ya. Paling. Banyak. Di dunia.

Kalah dah grup band Al, El, Dul.

Baca Juga: Macam-Macam Huruf Korea (Hangul), Pelafalan, Cara Membaca & Menulisnya

Seperti tak hanya cukup di Asia, idol Korea Selatan mulai memasuki pasar Amerika dan Eropa. Kwon Boa merilis album pertamanya yang diberi nama BoA di Amerika pada tahun 2009. Album tersebut berhasil menduduki peringkat 127 di Billboard 200. Selanjutnya, tahun 2012, lagu Gangnam Style PSY menjadi viral karena tariannya yang unik.

gangnam style

Gangnam Style, tarian yang terkenal sampai keluar negeri. (Sumber: imdb.com)

 

Bahkan saat ini, video Gangnam Style di youtube telah dilihat lebih dari 3 miliar yang menjadikannya termasuk dalam 10 video youtube dengan viewers terbanyak. Salah satu boygroup asal Korea Selatan, BTS, juga menjadi grup dari Korea Selatan pertama yang berhasil menduduki peringkat 1 di Billboard Chart dengan album mereka yang bernama Love Yourself: Tear.

Tak hanya itu, grup yang beranggotakan tujuh orang, yaitu RM, Jin, Jimin, Suga, V, J-Hope, dan Jungkook, mengalahkan Justin Bieber, Selena Gomez, dan Shawn Mendes dalam kategori “Top Social Artist.” Mereka juga menjadi grup Korea Selatan pertama yang tampil dalam American Music Awards pada 20 November 2017, dan masih banyak penghargaan lainnya yang sudah berhasil diraih oleh BTS.

bts

Boy Group BTS. (Sumber: imdb.com)

 

Faktor-Faktor yang Membuat K-Pop Banyak Disukai

Lantas, kenapa K-Pop sangat digemari ya? Padahal fans dari negara lain mungkin tidak mengerti apa arti lagu yang dibawakan oleh idolanya. Kalau kamu perhatikan, setiap lagu yang dibawakan oleh idol, memiliki tarian yang berbeda. Pakaian yang digunakan oleh pada idol juga terlihat sangat “eye-catching.”

Braun, yang mengelola Justin Bieber dan Ariana Grande menjelaskan “Visual ini memungkinkan penggemar yang mungkin tidak mengerti bahasa untuk tetap memahami musik.” Pernyataan ini didukung oleh Adib Hidayat, pengamat musik sekaligus Editor in Chief majalah Rolling Stone yang diwawancarai oleh Rappler pada September 2017. “Mereka good looking, jago menari di atas panggung, dan visualnya ditata dengan sangat bagus. Jadi, kemasannya memang dibuat menarik.” Penampilan dari idol Korea Selatan memberikan sesuatu hal baru yang selama ini belum ada.

Setuju nggak kamu dengan pernyataan ini hayoooo?

 

Perkembangan K-Pop di Indonesia

Di Indonesia sendiri, Hallyu Wave sebenarnya sudah mulai ada dari tahun 2000-an, lebih tepatnya ketika ketika drama korea sudah mulai tayang di Indonesia, seperti Full HouseFull House diperankan oleh Rain, yang juga seorang penyanyi.

OST yang dimainkan di dalam sebuah drama bisa dinyanyikan oleh pemain drama itu sendiri, atau oleh grup lain. Karena hal ini juga, sedikit banyak membuat masyarakat Indonesia mulai penasaran dengan lagu-lagu dari negeri ginseng ini.

Pada tahun 2005, Rain mengadakan konser di Indonesia yang berhasil menarik 40.000 penonton. Tahun 2011, 2 PM juga mengadakan konser yang disusul oleh Super Junior pada tahun 2012.

Melihat banyaknya antusias masyarakat Indonesia terhadap grup Korea Selatan, akhirnya SM Ent. mengadakan konser SM Town Live World Tour III di Indonesia pada tahun 2012. Konser tersebut diisi oleh semua idol asuhannya. Konser tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 50.000 penggemar dan menjadi konser K-Pop terbesar dan termegah pertama yang diadakan di Gelora Bung Karno.

Baca Juga: 9 Fakta Mengejutkan Sekolah Korea yang Belum Kamu Ketahui

sm town tour indonesia

 Hayo, ada yang tahu siapa mereka? (Sumber: RCTI via Youtube)

 

Di balik semua kesuksesan yang diraih oleh idol, perjuangan mereka untuk menjadi terkenal itu gak mudah lho. Lee Soo Man, selaku pendiri SM Ent. mengatakan bahwa idol itu itu diciptakan, bukan dilahirkan.

Jika seseorang ingin menjadi idol, hal pertama yang harus mereka lakukan adalah lulus audisi penerimaan trainee. Sebelum debut, idol yang masih menjalani pelatihan disebut sebagai trainee. Bila lulus audisi, seorang trainee berlatih bernyanyi, menari, akting, dan belajar bahasa lain selain bahasa Korea. Demi penampilan fisik juga, mereka latihan fisik dan menjalani diet yang ketat. Masa trainee yang mereka jalani tidaklah sebentar, bahkan G-Dragon menjalani masa trainee selama sebelas tahun sebelum akhirnya bisa debut di tahun 2006 bersama BIGBANG.

11 tahun.

Gila ya.

Kalo Coboy Junior latihan 11 tahun, kelar-kelar jadi Coboy Senior.

Melihat banyaknya latihan yang mereka jalani, tidak heran kalau setiap idol memiliki banyak bakat. Contohnya Chanyeol, salah satu member grup asuhan SM Ent. EXO. Posisinya di grup adalah sebagai rapper, tapi dia juga bisa menari, menyanyi, memainkan banyak alat musik, menjadi MC, bahkan bisa berakting. Banyaknya idol yang bisa berakting dibuktikan dengan banyaknya film atau drama yang dimainkan oleh idol.

Baca Juga: Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni

Jadi, ya, kalau kita kembali pada judul tulisan ini. Jawaban dari mengapa Kpop bisa begitu diminati karena “semuanya terkonsep” dengan detail. Mulai dari personel dan latihannya, lagu yang enak didengar bahkan bagi mereka yang gatau artinya, baju yang dikenakan, hingga aksi panggung dan video klip.

Menjadi idol memang tidak mudah, banyak hal yang harus mereka lewati. Ketika sudah debut pun bukan berarti masalah mereka berkurang, dengan ketatnya persaingan yang ada, mereka harus bekerja dengan lebih giat lagi.

Kamu juga begitu ya, kalau kamu sudah menjadi juara kelas, untuk mempertahankannya kamu harus belajar dengan lebih giat lagi. Biar belajar kamu jadi lebih menyenangkan, bisa lho belajar lewat ruangbelajar, berisi banyak video pembelajaran yang bikin belajar jadi gak bosen!